1. I.    MOTOR LISTRIK INDUKSI 3 PHASA

1.  PENDAHULUAN

Motor listrik termasuk kedalam kategori mesin listrik dinamis dan merupakan sebuah perangkat elektromagnetik yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya, memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat bahan, dll di industri dan digunakan juga pada peralatan listrik rumah tangga (seperti: mixer, bor listrik,kipas angin).
Motor listrik kadangkala disebut “kuda kerja” nya industri, sebab diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor listrik secara umum sama (Gambar 1), yaitu:
•Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.
•Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop,    maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan  gaya pada arah yang berlawanan.
• Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torsi untuk memutar kumparan.
• Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang disebut kumparan medan.
Dalam memahami sebuah motor listrik, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/torsi sesuai dengan kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok:
Beban torsi konstan, adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi dengan kecepatan operasinya, namun torsi nya tidak bervariasi. Contoh beban dengan torsi konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.
Beban dengan torsi variabel, adalah beban dengan torsi yang bervariasi dengan kecepatan operasi. Contoh beban dengan torsi variabel adalah pompa sentrifugal

dan fan (torsi bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).
Beban dengan energi konstan, adalah beban dengan permintaan torsi yang berubah dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah peralatan-peralatan mesin.


Gambar 1. Prinsip Dasar Kerja Motor Listrik.
Adapun jenis konstruksi motor induksi terdiri dari :
a.Stator, bagian yang diam.
b.Rotor, bagian yang berputar.
c.Celah udara, adalah ruang antara stator dan rotor.

Konstruksi stator terdiri dari :
a.Rumah stator dari besi tuang.
b.Inti stator dari besi lunak atau baja silicon.
c.Alur dan gigi materialnya sama dengan inti, alur tempat meletakan belitan.
d.Belitan stator dari tembaga.

Belitan sator dirangkai untuk motor induksi tiga fasa tetapi juga dapat di rangkai untuk motor induksi satu fasa, disamping itu juga dirangkai untuk jumlah kutub tertentu. Maka jenis stator motor induksi dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

 

Motor Induksi adalah jenis motor AC yang saat ini paling banyak digunakan di Industri. Hampir 80% motor industri saat ini masih menggunakan motor induksi. Secara umum motor ini dapat digolongkan kedalam 2 golongan besar sebagaimana terlihat pada Gambar 1. So… lalu istimewanya dimana kok motor itu begitu banyak dipakai???

 

 

 

Kontruksi Motor Listrik

`

 

2. MOTOR LISTRIK INDUKSI 3 PHASA

  1. 1.    MENGENAL MOTOR INDUKSI

Motor induksi listrik 3 phasa dalam pekerjaan sehari-hari banyak sekali dijumpai, misalnya untuk motor pompa, motor-motor penggerak mesin-mesin mekanis, motor pompa premium dan lain-lainnnya.

Motor listrik induksi dibagi menjadi 2 macam, yaitu :

a.  Motor listrik induksi rotor sangkar

b.  Motor listrik induksi rotor belitan

Dalam pembahasan yang akan dibahas adalah motor listrik induksi rotor sangkar.

Bagian-bagian dari motor listrik rotor sangkar :

a.  Rangka tutup muka dan tutup belakang dibuat dari besi cor. Maka sifatnya rapuh dingin, jadi tidak boleh dipukul langsung dengan palu besi atau ditarik dengan alat penarik (trecker) secara paksa artinya melebihi batas-batas normal.

b.  Stator dan alur-alur stator dibuat dari lembaran baja. Stator dipasang mati pada rangka dan dalam alur-alur dipasang belitan-belitan kawat tembaga yang biasanya lilitan stator. Lilitan / kumparan stator inilah yang sering rusak dan harus diperbaiki lagi supaya motor kembali bekerja dengan baik.

c.  Rotor bagian yang berputar dan ini jarang sekali rusak, ataupun kalau rusak diakibatkan rusak mekanis. Rotor dibuat juga dari lembaran-lembaran baja tipis yang mempunyai tebal 0,5mm dan sudah dilaminasi, sedang batang-batang aluminium / tembaga telanjang dimasukkan dalam lubang-lubang yang dibuat pada rotor kemudian pada ujung-ujung tersebut dilas atau dikeling dan dipres.

 

  1. 2.    MENENTUKAN KERUSAKAN

Kepastian kerusakan pada bagian mana dilakukan sebagai berikut :

a.  Putar dulu poros motor dengan tangan, apakah licin atau ringan atau bersuara, mungkin rotor bergesekan dengan statornya.

b.  Ukur tahanan tiap-tiap fasa, apakah simetris, jika simetris baik, jika tidak besar kemungkinan terbakar kumparannya. Diakatan simetris tahan, artinya : tiap fasa misalkan 10 ohm,semuanya 10 ohm. Jika fasa I (U – X) 10 ohm, fasa II (V – Y) 15 ohm maka fasa III (W – Z) 12,5 ohm berarti motor terbakar.

c.  Cek dengan rangkaian body tiap fasa, apakah ada hubungan singkat dengan megger dari 500 Volt – 1000 Volt. Begitu juga antara belitan / kuparan satu sama lain harus diperiksa juga, misalkan :

1)  Jika fasa U – body jarum megger bergerak kekanan short body, bearti jelek.

2)  Jika fasa V- body, W – body bergerak kekanan, berarti jelek, karena short body.

3)  Jika fasa U – body, W – body jarum bergerak ketengah dan menunjuk harga misalkan 20 ohm – 50 ohm masih baik.

4)  Jika fasa U – body, V – body, W – body jarum bergerak sedikit dan menunjukan harga berkisar 50 M ohm – 1000 M ohm berarti baik sekali.

5)  Jika fasa I terminal U dicek dengan fasa II terminal V jarum bergerak dengan menunjukan nol berarti terbakar, karena isolasi kawat terkupas. Begitu pengecekan terminal yang lainnya W – U, W – V dilakukan cara yang sama.

6)  Jika pengecekan fasa I terminal U dengan terminal V jarum megger bergerak ketengah dan menunjuan harga tertentu, misalkan 20 M ohm – 50 M ohm berarti tahanan isolasi masih baik. Tetapi bila jarum bergerak sedikit antara 1000 M ohm – 100 M ohm, berarti motor baik sekali. Sedangkan yang lainnya dilakukan pengecekan yang sama.

7)  Periksa juga bantalan peluru bila motor diputar-putar bunyi.

 

  1. 3.    MELILIT  KEMBALI  STATOR MOTOR YANG RUSAK

Ternyata bila lilitan kumparan stator terbakar atau jelek, maka harus dililit ulang kembali walaupun hanya satu fasa saja yang rusak sebaiknya smeua dibongkar dan semua dililit baru.

Langkah-langkah yang perlu dibongkar waktu membongkar belitan adalah :

a.  Mencatat semua data-data motor pada name plate dan history record.

b.  Menghitung jumlah slot stator.

c.  Menghitung langkah lilitan tiap grup perfasa.

d.  Menghitung jumlah grup.

e.  Menghitung langkah pergeseran fasa (setiap fasa 120˚ L)

  1. Mengukur penampang kawat yang digunakan.

g.  Menghitung jumlah kawat tiap slot.

h.  Menggambar bentuk belitan.

  1. Membuat gambar bentangan kumparan pada stator sesuai dengan jumlah alur, sambil memeriksa sistem sambungan yang digunakan.
  2. Mengukur penampang kawat yang digunakan dengan micrometer.

Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, barulah kita mempersiapkan langkah berikutnya, yaitu membongkar lilitan stator. Langkah-langkah yang perlu diperhatikan :

a.  Jika lilitan/kumparan terbakar, rendam dahulu pada larutan penghantar vernis sesuai dengan waktu yang dibutuhkan.

b.  Setelah vernis yang kering bisa dibersihkan (dilarutkan) mulailah membongkar lilitan.

c.  Jika dengan larutan tidak bisa, maka dapat dilakukan dengan menggunakan semprot bakar yaitu dengan membakar kumparan/belitan secara perlahan satu persatu. Tetapi yang perlu diperhatikan jangan sampai kumparan stator lecet diakibatkan semprot bakar yang ditujukan pada satu tempat, melainkan harus disemprotkan secara merata.

Diusahakan satu grup salah satu fasa dibongkar dengan hati-hati sehingga tidak rusak.

d.  Ambil gulungan yang sudah rusak tersebut untuk sebagai mal/pola penggulung ulang yang baru.

e.  Setelah seluruh belitan dibongkar dari stator, maka cuci dan bersihkan inti stator sehingga tidak ada lagi kertas ataupun vernisnya.

  1. Inti stator yang telah dicuci/dibersihkan keringkan dengan cara memasukkan keruang pemanas atau dengan lampu pijar atau dengan lampu halogen.

 

  1. 4.    MEMASANG KUMPARAN/BELITAN ATAU MEMASUKAN KEDALAM ALUR

     Setelah motor dibersihkan dan siap dipasang dengan belitan yang baru, langkah-langkah yang harus dikerjakan :

  1. Persiapkan mal kumparan, dilanjutkan membuat kumparan setiap grup  dan langkah disesuaikan dengan yang asli.
  2. Persiapkan juga alur-alur stator sudah diberi isolasi-isolasi plastik mika.
  3. Selanjutnya masukan mal kumparan/gulungan kedalam alur slot satu demi satu.

               Memasukan kumparan kedalam alur tergantung bentuk kumparan, dimana bila kumparan/gulungan bentuk memusat bisa dimasukan satu persatu dimulai dari kumparan yang terkecil dilanjutkan kumparan yang kedua dan terakhir sampai kumparan langkah paling lebar dan diselesaikan satu grup. Tetapi jika langkah merata, maka yang perlu diperhatikan, yaitu model kumparan. Unutk model kumparan full winding (penuh) cara mem
Bagian ini menjelaskan tentang dua jenis utama motor listrik: motor DC dan motor AC. Motor tersebut diklasifikasikan berdasarkan pasokan input, konstruksi, dan mekanisme operasi, dan dijelaskan lebih lanjut dalam bagan dibawah ini.

Gambar 2. Klasifikasi Motor Listrik.

5. PERENCANAAN  LILITAN  STATOR 3 PHASA

      5.1  Perencanaan lilitan

Untuk merencaaka lilian stator 3 phasa dapat kia lakukan dengan  peritungan,misalkan ada sebuah stator kosong dan tidak mempunyai data ekniknya, jika kia menginginkan motor dapat befungsi, maa harus dilaukan perhitungan ulang

Misalkan diinginkan untk djadikan motor 3 phasa dengan pasang kuub 4,  tegangan 380V / 220V, model kumparanpenuh

              Langkah – langkah ang harus dilakukan adalah

1.   Melakukan pengukuran ukuran stato

  1. Banyak Alur
    1. Bentuk alur
    2. Panjang staor
    3. Diameter dalam stator
    4. Diameter luar stator
    5. Melakuan perhitungan
      1. Banyak lilitan
      2. Diameter kawat

Dengan melihat rumus terbangkitnya ggl,yaitu :

E = 4,44 . f . N/O . 10-8 Volt

Unuk menentukan frekwensi langsung diambil 50 Hz, kerapaan fluksi maximum yang diizinkan 35000 maxwell / inc2 , yaitu

                        Ǿ = A . B

                                     .B 

Dimana :

            D = Diameter luar

            d = Diameter dalam

             l = Panjan stator

            P = Banyak kutub

  1. Menghitung fw ( factor winding 0
    1. Faktor langkah ( fp )
    2. Faktor distribusi ( fd )

 

fp = sin ½ po                 fw = fp . fd

 

Lilitan tiap phasa, yaitu :

  =   

  1. Langkah lilitan ( Ys )

Jumlah group, jumla kumpara, kumparan/group, kumparan peralur dan N/alur

N/alur untuk mencari ukuran kawat dengan catatan bahwa luas alur untuk kawat sebesar 50% – 60 % dari luas alur seluruhnya,yaitu:

 

 

Sebagai contoh

Sebuah Stator kosong tanpa data, setelah diukur masing – masing diameter dan pangjang diperoleh, misal :

Diameter luar ( D ) 3,3 inch             1 inch = 2,54 mm

Diameter dalam ( d ) 1,18 inch

Panjang ( I )  2,95 inch

Alur mempunyai bangun trapezium

                                                             a = 0,59 inch

                                              b = 0,1 inch

                                              c = 0,3 inch

Penyelesaian

Menghtung fluksi

 

 

  

= 267604, 79 mawwell/inch

Menghitung fw

YS = po  = 180o L

      Fp = sin ½ po

           = sin ½ 180o L

           = 1

Derajat listrk per alur (˚L)

                         =

                         =

                         = 20o L

Kumparan / group (n)

                         =

                         = 3

 

     = 0, 96

fw = fd . fp

    = 0, 96 . 1

    = 0,96

 

N/phasa =

              =

               = 386 Lilit

N / group =

               = 386 / 4

               = 96,5 lilit

N/ umparan =

                   = 96,5 / 3

                   = 33 lilit

Menghitung Ukuran Kawat

Karena cs=2, maka banyaknya

Lilitan / alur =33,2

                     =66 lilit

Luas alur ( bentuk Trapesium ) :

                         = ( a + b ) 1/2h          

                         =  ( 0,1 + 0,3 ) ½ . 0, 59

                         = 0,118 inch

Karena alur yang digunaan hanya 60%, maka

                         = 0,118

                         = 0,07

 

Penampang kawat

                         = 0,07 / 66

                         = 0,0010606 . 2,54

                         = 0,684 mm2

Diameter kawat yang digunakan

 

       = 0,9 mm

Kerapatan arus ( J ) =1,6 – 6 ampere

 

 

 

Jika If = 2,3 A

Untuk hubungan Delta

                        

= IL .

= 2,3

= 3, 98

 

Cara ke II

Perhitungan lilitan

Perhitungan jumlah lilitan per phasa      

Dimana :

E = Tegangan per phasa ( Volt )

A = Konstanta = 7,35

F = Frekwensi ( Hz )

Ǿ = Fluksi= 0,636.

n = 120 f/p ( r/m )

I =  Panjang inti rotor

B = Konstanta pembanding antara jumlah kutub dengan permeabilitas magnit

Jika : P = 2,4 dan 6 aka B = 25.000 gauss

        P = lebih dari 8 , maka B= 20.000 gauss

Untuk mendapatkan ukuran diameter kawat yang digunakan :

 

                     A = Luas parit stator ( slot )

                  N = Jumlah lilitan                           

 

YANG  PERLU  DIKETAHUI  DENGAN  NOTASI

Langkah kumparan / lilitan = YS

Jumlah kutub =  P

Pasang kutub  = 2p

Jumlah group  ( Σ )

Derajat listrik ºL

Langkah kurang ( Fractional pitch )

Langkah penuh ( Full pitch )

Model kumparan ; kumparan penuh ( 1 ) dan setengah kumparan ( ½ )

Coil perslot = CS

Banyak slot/alur = S

Contoh

Data – data perencanaan sebagai berikut

P = 4

Phasa = 3

Banyak alur/slot  24

Setengah kumparan

Langkah penuh (180 ºL )

 

 

 

Langkah  kurang ≤ 180 ºL

 
   

 

 

 

Ditanya

  1. Rencanakan langkah-langkahnya
  2. Gambarkan

Penyelesaian

Langkah kumparan / llitan  YS = S/P

                                                 = 24/4

                                                 = 6 ( 1 – 7 )

 

Jumlah group ( Σ ) = P . ph. Model kumparan

                               = 4 . 3 .1/2

                               = 6 group

 

ºL / alur  = 180 ºL . P / S

               =  180 , 4 /24

               =  30 ºL/alur

Kumparan per phasa = 12 /3

                                   = 4

Kumparan per group = 12 / 6

                                     =  2

Group per phasa  = 6 / 3

                             =  2

Gambarnya

 

 

 

 

 

 

 

Blok Dagram

           Awal             akhir                  Awal             akhir

 
   

 

 

 

 

                 Group 1                                   Group  2

 

 

 

  1. I.                 MOTOR INDUKSI LISTRIK 1 PHASA

Motor listrik AC 1 fasa, yang terdiri dari:
1   Motor Kapasitor
2.  Motor Shaded Pole
3.  Motor Universal

4   Motor Starting elay

5   Motor Centrifugal

1.  Prinsip kerja Motor AC Satu Fasa
     Motor AC satu fasa berbeda cara kerjanya dengan motor AC tiga fasa, dimana        pada motor AC tiga fasa untuk belitan statornya terdapat tiga belitan yang     menghasilkan medan putar dan pada rotor sangkar terjadi induksi dan interaksi torsi yang menghasilkan putaran. Sedangkan pada motor satu fasa memiliki dua belitan stator, yaitu belitan fasa utama (belitan U1-U2) dan belitan fasa bantu (belitan Z1-Z2), lihat gambar1.


Gambar 1. Prinsip Medan Magnet Utama dan Medan magnet Bantu Motor Satu fasa

Belitan utama menggunakan penampang kawat tembaga lebih besar sehingga memiliki impedansi lebih kecil. Sedangkan belitan bantu dibuat dari tembaga berpenampang kecil dan jumlah belitannya lebih banyak, sehingga impedansinya lebih besar dibanding impedansi belitan utama.

Grafik arus belitan bantu Ibantu dan arus belitan utama Iutama berbeda fasa sebesar φ, hal ini disebabkan karena perbedaan besarnya impedansi kedua belitan tersebut. Perbedaan arus beda fasa ini menyebabkan arus total, merupakan penjumlahan vektor arus utama dan arus bantu. Medan magnet utama yang dihasilkan belitan utama juga berbeda fasa sebesar φ dengan medan magnet bantu.


Gambar 2. grafik Gelombang arus medan bantu dan arus medan utama


Gambar 3. Medan magnet pada Stator Motor satu fasa

Belitan bantu Z1-Z2 pertama dialiri arus Ibantu menghasilkan fluks magnet Φ tegak lurus, beberapa saat kemudian belitan utama U1-U2 dialiri arus utama Iutama. yang bernilai positip. Hasilnya adalah medan magnet yang bergeser sebesar 45° dengan arah berlawanan jarum jam. Kejadian ini berlangsung terus sampai satu siklus sinusoida, sehingga menghasilkan medan magnet yang berputar pada belitan statornya.

Rotor motor satu fasa sama dengan rotor motor tiga fasa yaitu berbentuk batang-batang kawat yang ujung-ujungnya dihubung singkatkan dan menyerupai bentuk sangkar tupai, maka sering disebut rotor sangkar.

Gambar 4. Rotor sangkar

Belitan rotor yang dipotong oleh medan putar stator, menghasilkan tegangan induksi, interaksi antara medan putar stator dan medan magnet rotor akan menghasilkan torsi putar pada rotor.

2.  Motor Kapasitor
Motor kapasitor satu phasa banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga seperti motor pompa air, motor mesin cuci, motor lemari es, motor air conditioning. Konstruksinya sederhana dengan daya kecil dan bekerja dengan tegangan suplai PLN 220 V, oleh karena itu menjadikan motor kapasitor ini banyak dipakai pada peralatan rumah tangga.

Gambar 5. Motor kapasitor
Belitan stator terdiri atas belitan utama dengan notasi terminal U1-U2, dan belitan bantu dengan notasi terminal Z1-Z2 Jala-jala L1 terhubung dengan terminal U1, dan kawat netral N terhubung dengan terminal U2. Kondensator kerja berfungsi agar perbedaan sudut phasa belitan utama dengan belitan bantu mendekati 90°.
Pengaturan arah putaran motor kapasitor dapat dilakukan dengan (lihat gambar6):
• Untuk menghasilkan putaran ke kiri (berlawanan jarum jam) kondensator kerja CB disambungkan ke terminal U1 dan Z2 dan terminal Z1 dikopel dengan terminal.
• Putaran ke kanan (searah jarum jam) kondensator kerja disambung kan ke terminal Z1 dan U1 dan terminal Z2 dikopel dengan terminal U1.

Gambar 6. Pengawatan motor kapasitor dengan pembalik putaran.
Motor kapasitor dengan daya diatas 1 KW di lengkapi dengan dua buah kondensator dan satu buah saklar sentrifugal. Belitan utama U1-U2 dihubungkan dengan jala-jala L1 dan Netral N. Belitan bantu Z1-Z2 disambungkan seri dengan kondensator kerja CB, dan sebuah kondensator starting CA diseri dengan kontak normally close (NC) dari saklar sentrifugal, lihat gambar 7.
Awalnya belitan utama dan belitan bantu mendapatkan tegangan dari jala-jala L1 dan Netral. Kemudian dua buah kondensator CB dan CA, keduanya membentuk loop tertutup sehingga rotor mulai berputar, dan ketika putaran mendekati 70% putaran nominalnya, saklar sentrifugal akan membuka dan kontak normally close memutuskan kondensator bantu CA.

Gambar 7. Pengawatan dengan Dua Kapasitor
Fungsi dari dua kondensator yang disambungkan parallel, CA+CB, adalah untuk meningkatkan nilai torsi awal untuk mengangkat beban. Setelah putaran motor mencapai 70% putaran, saklar sentrifugal terputus sehingga hanya kondensator kerja CB saja yang tetap bekerja. Jika kedua kondensator rusak maka torsi motor akan menurun drastis, lihat gambar 8.


Gambar 8. Karakteristik Torsi Motor kapasitor

3.  Motor Shaded Pole
Motor shaded pole atau motor phasa terbelah termasuk motor satu phasa daya kecil, dan banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga sebagai motor penggerak kipas angin, blender. Konstruksinya sangat sederhana, pada kedua ujung stator ada dua kawat yang terpasang dan dihubung singkatkan fungsinya sebagai pembelah phasa.
Belitan stator dibelitkan sekeliling inti membentuk seperti belitan transfor mator. Rotornya berbentuk sangkar tupai dan porosnya ditempatkan pada rumah stator ditopang dua buah bearing.


Gambar 9. motor shaded pole, Motor fasa terbelah.
Irisan penampang motor shaded pole memperlihatkan dua bagian, yaitu bagian stator dengan belitan stator dan dua kawat shaded pole. Bagian rotor sangkar ditempatkan di tengah-tengah stator, lihat gambar 10.


Gambar 10. Penampang motor shaded pole.
Torsi putar dihasilkan oleh adanya pembelahan phasa oleh kawat shaded pole. Konstruksi yang sederhana, daya yang kecil, handal, mudah dioperasikan, bebas perawatan dan cukup di suplai dengan Tegangan AC 220 V, jenis motor shaded pole banyak digunakan untuk peralatan rumah tangga kecil.

4.  Motor Universal
Motor Universal termasuk motor satu phasa dengan menggunakan belitan stator dan belitan rotor. Motor universal dipakai pada mesin jahit, motor bor tangan. Perawatan rutin dilakukan dengan mengganti sikat arang yang memendek atau pegas sikat arang yang lembek. Kontruksinya yang sederhana, handal, mudah dioperasikan, daya yang kecil, torsinya yang cukup besar motor universal dipakai untuk peralatan rumah tangga.

           Lamel          

                                   Kumparan Rotor             Kumparan Stator
Gambar 11. komutator pada motor universal.

Bentuk stator dari motor universal terdiri dari dua kutub stator. Belitan rotor memiliki dua belas alur belitan dan dilengkapi komutator dan sikat arang yang menghubungkan secara seri antara belitan stator dengan belitan rotornya. Motor universal memiliki kecepatan tinggi sekitar 3000 rpm.


Gambar 12. stator dan rotor motor universal

Aplikasi motor universal untuk mesin jahit, untuk mengatur kecepatan dihubungkan dengan tahanan geser dalam bentuk pedal yang ditekan dan dilepaskan.

                        

 

 

                                                                                                              Disusun By Zainal Arifi Yunisar S.Pd

About these ads